Followers

Makluman...

Blog ini sedang dalam proses kemaskini. Terdapat sesetengah link yang belum dapat berfungsi. Harap maklum... =)

25 Februari 2011

Alhamdulillah....

25 Februari 2011 (Jumaat)
Alhamdulillah….
Hari ini… genap 6 bulan sudah usia kandungan…..
Moga Allah sentiasa melimpahkan rahmat & barakah pada diri ini untuk meneruskan sisa-sisa hidup yang berbaki sehingga menantinya kelahiran cahaya mata pertama ini…

Hari & waktunya kian dekat…. Aku tau yang terbaik datang dari-Nya…
Belajar untuk jadi lebih redha & tawakkal dalam setiap ketentuan yang disuratkan….. InsyaAllah hati makin sabar & tenang kini….

Aku perlu kuat semangat… Demi meneruskan rencana kehidupan bersama suami yang paling aku sayang & di samping anak yang bakal dilahirkan….
Cukupkah sudah kekuatan ku untuk menyambut sebuah kelahiran & berusaha menjadi seorang ibu yang terbaik untuk anak ini….?

Bimbang tetap ada walau kata-kata semangat sentiasa dititip buatku agar terus tawakkal & doa moga selamat semuanya…
Namun, kita tidak tahu apa yang bakal berlaku masa akan datang… Setiap yang Dia takdirkan insyaAllah akan ku cuba sedayanya untuk redah…

Saat & ketika ini… syukur tidak terhingga dalam segenap ruang hati….
Suami yang dititpkan untukku adalah yang terbaik…

Bagiku Dia yang maha kuasa… Dia juga penentu segala… Ku hanya ingin berikan yang terbaik buat dirinya… Tanpa lagi memikirkan selain dari itu… Berusaha menjadi isteri solehah yang sentiasa menyenangkan hatinya…. Hanya itu ku mampu sebelum Dia mentakdirkan aku kembali ke sisi-Nya….

Setiap saat dan detik sentiasa ada kebimbangan… Bimbang akan setiap kemungkian… Moga doa jua yang dapat memberiku kekuatan saat menanti kelahiran ini…. Usaha, Doa, Tawakkal…

09 Januari 2011

Dahsyatnya Tenaga Maaf


Salam pertemuan hujung minggu buat semua..
Alhamdulillah masih lagi diizin menghirup udara segar & bernafas seperti makhluk lainnya... Alhamdulillah... :)

Sepertimana sebelum ini.. yang mana pernah saya titipkan @ kongsikan dengan kalian berkenaan kiriman2 dari rakan dari seberang.. yang mana memang membuatkan hati saya sentiasa tersentuh dan muhasabah diri... 
tidak salah rasanya saya juga berkongsi dengan kalian tentang apa yang dikirmkan kepada saya..
Moga-moga akan menjadi motivasi & perangsang buat kita semua dalam pada meneruskan hidup yang sangat-sangat mencabar masa kini.... InsyaAllah....


”Hendaklah mereka memberi maaf dan melapangkan dada, tidakkah kamu ingin diampuni oleh Allah?” 
(QS. An-Nuur [24]: 22).

Sahabat sekalian, kita semua diberikan kesempatan hidup dengan waktu yang amat terbatas, dalam perjalanan hidup kita ingin menuju 2 Visi, Sukses Dunia dan Sukses Akhirat, perjalanan meraih 2 sukses tersebut akan terasa ringan dan menyenangkan jika kita tidak sibuk mengumpulkan beban-beban berat yang harus kita pikul.


Disepanjang perjalanan karier dan bisnis, tidak dapat dipungkiri bahwa kita harus berhadapan dengan berbagai jenis kepribadian manusia. 
Roberta Cava, dalam bukunya Dealing with Difficult People, menunjukkan ciri-ciri kepribadian yang berpotensi menyulitkan kita, iaitu:

1. Mereka yang sering membuat kita emosional.
2. Mereka yang membuat kita terpaksa melakukan sesuatu yang sesungguhnya tidak kita ingin lakukan.
3. Mereka yang mencegah atau menghalangi kita untuk melakukan sesuatu yang seharusnya kita lakukan.
4. Mereka yang suka menimbulkan perasaan bersalah jika kita tidak melakukan sesuatu yang sesuai dengan keinginannya.
5. Mereka yang suka menimbulkan perasaan-perasaan negative terhadap kita seperti frustasi, marah, minder, iri, depresi, dan sebagainya.
6. Mereka yang selalu menggunakan kekerasan dan memanipulasi untuk mencapai tujuannnya.


Kita tidak mungkin dapat mengendalikan sikap orang-orang tersebut. Tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mencegah mereka agar tidak berbuat negative. 
Namun, kita bisa mengelola hati kita. Daripada sibuk menyimpan kekesalan, dendam, dan amarah yang jelas-jelas tidak berguna, bukankah lebih baik jika kita berpikir tentang cara agar kita dapat menaklukan musuh tanpa harus bertempur? 
Ingatlah bahwa tak ada yang lebih hebat yang dapat menghambat kebahagiaan kita daripada rasa benci, marah, dan kesal.

Tidaklah penting apa yang dilakukan seseorang terhadap kita atau besarnya kesalahan mereka. 
Jika kita tidak memaafkannya, kitalah yang akan menanggung akibatnya. 
Memaafkan dan mengampuni orang lain membebaskan kita dari kelumpuhan hidup.

Menyimpan rasa dendam dan amarah memboroskan tenaga dan energi yang dapat kita arahkan menuju kebahagiaan. 
Jika kita rela memaafkan, kita dapat menyumbang lebih banyak pada kehidupan dan merasa bahagia terhadap diri sendiri dan orang lain.

Pengampunan itu menyembuhkan. 
Pengampunan itu membuka hati kita, membebaskan emosi-emosi kita, melepaskan tenaga yang tersumbat di dalam tubuh, dan membiarkan daya hidup mengalir bebas.

Mengampuni dan melupakan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. 
Tindakan ini diperlukan kerendahan dan kebesaran hati. 
Namun, itulah satu-satunya cara untuk menempuh jalan menuju kebahagiaan dan kesuksesan sejati.

Sahabat, Hidup ini akan semakin terasa sangat singkat kalau hanya untuk Membenci, tidak satupun diantara kita yang paling sempurna dan paling suci, mari kita maafkan ayah ibu kita, anak-anak kita, suami kita, istri kita, saudara-saudara kita, bos kita, karyawan kita, pembantu kita, teman dan sahabat kita. 
Ada banyak cara memberi dan meminta maaf, jika kita masih malu dan ragu bertemu, samada melalui SMS dan FB bisa menjadi pendahuluannya.

”Maafkanlah mereka dan lapangkan dada, sesungguhnya Allah senang kepada orang-orang yang berbuat kebajikan (terhadap yang melakukan kesalahan kepadanya)” (QS. Al-Ma‘idah [5]: 13). Baca juga QS Al-Baqarah (2): 109, dan Al-Nûr (24): 22.

Rasullulah Saw memberikan bimbingan,
 “Carilah alasan untuk memaafkan saudaramu walau hingga 70 alasan.
” Seorang murid bertanya kepada gurunya, Imam Hasan Al-Basri,
 “Mengapa Rasullah menyuruh kita mencari 70 alasan untuk memaafkan?”. 
Jawab Hasan Basri, “Itu menunjukkan pentingnya memaafkan. 
Sebelum kita sampai pada 70 alasan kita belum bisa memaafkan, 
kita harus bersedih karena memiliki hati sekeras batu.”



Moga hati-hati saya & kita semua terdidik untuk segera memaafkan, 
dan
semoga setiap usaha yang kita lakukan untuk memaafkan akan mendapat redha Allah...
InsyaAllah... Amin...  

30 Disember 2010

Jangan Pernah sembunyi...... Allah pasti tunjukkan...

Jangan Pernah Sembunyi... Allah Pasti Tunjukkan....

Alhamdulillah... Masih dikurnia kesihatan tubuh walau dalam keadaan berbadan dua... Moga-moga nikmat kesihatan kekal dipinjamkan selagimana mendatangkan kebaikan hidup.... 
Namun andai KEMATIAN itu lebih baik, InsyaAllah juga saya Redha.... 
Allah tahu semuanya....

Tajuk yang sangat mudah... 
Bilamana disebut sudah pasti bisa saja difahami maksudnya... 
Tidak rumit bukan???
Dalam hidup, selama mana kita adalah makhluk bernama manusia yang punya akal fikiran, bisa saja kita memikirkan 1001 macam perkara untuk dilaksanakan.. 
untuk direncanakan... 
Bisa saja juga kita berjanji yang macam-macam... sebanyak dan semahu mana yang kita suka....
Bisa saja kita berbuat apa-apa yang kita mahu selayaknya...
Walaupun kadangkala menyembunyikan semuanya dari pengetahuan yang lainnya....
Ingat... Kita punya Allah... 
YA.. Allah yang berkuasa...
Selama mana kita mahu bermain sembunyi2 di balik pokok atau objek apa seklipun secara lahiriah...
Mungkin saja rakan2 kita tidak berjaya mengesan, tapi Allah tetap tahu....
Selama mana kita mahu berahsia dari apa-apa yang kita inginkan...
Tapi, Allah tetap juga tahu....
Dan yang kini saya yakin... 
Dia pasti akan memberi isyarat pada yang lain akan setiap yang kita rahsiakan...
Dia tahu... Bilamana setiap yang disembunyikan itu bukan sesuatu yang baik,
Maka dengan mudah Dia memberi jalan untuk kita tahu...
Ya kita pasti akan tahu sesuatu yang kita tidak tahu...
Asal saja Dia mengizinkan...

Dalam setiap doa saya pohon dan panjatkan...
Andai masih ada rahsia yang tidak ketahuan...
Yang mana adalah HAK bagi saya untuk ketahui...
Hanya pada Dia tempat saya pohonkan agar diberi petunjuk akan setiap rahsia...
Moga-moga...
Akan terdidik hati dan nurani saya
untuk lebih kuat & sabar...
juga agar lebih adil & jujur dalam setiap percaturan kehidupan

p/s: Coretan ini bukan hanya untuk saya, tapi buat pedoman sekalian rakan-rakan & taulan juga....

Jangan pernah sembunyikan sesuatu... Allah pasti tunjukkan....


23 Oktober 2010

JANGAN EMOSI...

Alhamdulillah...Alhamdulillah... Alhamdulillah...
Syukur Ya Allah atas setiap nikmat yang Kau berikan...
Namun adakalanya aku lalai....
lalai dalam setiap detik yang ada untuk seketika mengucap syukur...
Astaghfirullah.... mudah saja ingatanku dilupakan untuk itu...

Emosi juga jadi tak menentu...
Mudah saja jadi marah & berkecil hati...
Mudah saja terganggu dengan situasi2 yang memeningkan..
Bikin sakit kepala makin ligat...
Tidur saja jadi pengubat...

Tapi... sebenarnya bukan itu yg mahu ku coretkan..
Dalam penulisan kali ini...
Ku sekadar ingin berkongsi sedikit catatan yang dikirim oleh rakan
dari negara jiran...
Yang sememangnya seringkali menitip renungan2 yang cukup bermakna dan mendalam maksudnya..
Bisa saja ku kongsikan bersama kalian

Dan renungannya kali ini memamng ada kaitannya denganku....
Yang adakalanya lalai...
Lalai dalam meneruskan nikmat hidup yang dipinjamkan..
Mari kita soroti titipan tersebut... Moga bisa jadi panduan buat kita semua insyaAllah....

"Orang yang kuat itu bukanlah orang yang kuat dalam berkelahi, namun orang yang kuat adalah orang yang dapat menguasai emosinya tatkala marah" (Muttafaqun Alaih)
Ada banyak hal yang kadang sangat-sangat mudah tetapi karena sangat reaktif dan emosional, tiba-tiba hal yang mudah itu menjadi sebuah masalah yang besar dan berlarut-larut tanpa ada penyelesaian yang bijak.

Suatu hari seorang bapak makan disebuah restoran bersama dengan keluarganya. Ketika sedang asik menyantap makanan, bapak tersebut melihat disampingnya ada seorang anak kecil yang tanpa sengaja menjatuhkan gelas dari mejanya. Airnya tumpah membasahi meja dan baju si anak. Spontan ayah anak itu marah, “Mengapa kamu tidak hati-hati?” bentak si ayah. Si anak menangis. Si ayah makin memarahinya saja. Bapak yang lain menyaksikan kejadian itu hanya geleng-geleng saja. Menurutnya suasana makan keluarga tersebut seketika berubah menjadi kacau. Tentu saja keadaan tersebut tidak akan terjadi jika sang ayah mampu bersikap lebih bijak, sabar, dan tidak emosional.

Jika kita renungkan, dalam hidup ini ada banyak masalah yang muncul karena kita terlalu membesar-besarkan masalah yang sebenarnya sederhana saja. Keadaan akan menjadi lain, keluarga tersebut akan makan dengan tenang dan bersuka-cita, jika si ayah berkata sambil tersenyum, “Lain kali hati-hati ya, nak.” Masalah pun selesai ! Si anak dan keluarga yang lain pun senang. Namun, yang sering terjadi adalah kita lebih mengutamakan amarah, menyalahkan orang lain, keadaan, dan dunia sekitar jika sedang ditimpa persoalan. Akibatnya kita kehilangan dua hal yang sangat penting dalam hidup ini, yaitu :

Pertama : Rasa Syukur

Jika terlalu sibuk menggerutu dan mengeluh, kita akan kehabisan waktu untuk bersyukur atas segala rahmat yang Allah berikan. 

Hari ini sebelum kita protes tentang menu dan rasa makanan dihadapan kita, pikirkanlah seseorang yang tidak memiliki sesuatu untuk dimakan.

Sebelum kita mengeluh karena tidak memiliki banyak materi, pikirkanlah seseorang yang mengemis dijalanan hanya untuk mendapatkan sedikit belas kasihan dari orang lain.

Sebelum kita mengeluh karena wajah kita tidak secantik atau setampan yang kita inginkan, pikirkanlah seseorang yang memiliki wajah lebih buruk.

Sebelum kita mengeluh tentang kekurangan pasangan kita, pikirkanlah banyaknya orang yang bergumul meminta pasangan hidup.

Sebelum kita mengeluh tentang sulitnya hidup ini, pikirkanlah seseorang yang terbaring koma di rumah sakit, bahkan untuk memikirkan masa depanpun ia sudah tidak mampu lagi.

Sebelum kita mengeluh mengenai jarak yang harus kita tempuh ketika mengemudi, pikirkanlah seseorang yang juga menempuh jarak yang sama dengan berjalan kaki.

Ketika kita merasa lelah dan mengeluh tentang pekerjaan, pikirkanlah seseorang yang tidak mempunyai pekerjaan karena tidak memiliki kemampuan dan kesempatan seperti kita.


Kedua : Rasa Ikhlas

Kehidupan ini harus diterima dengan penuh Kebahagiaan tanpa suatu keharusan memiliki segalanya dengan berlebihan.

Jalan kebahagiaan adalah merasa senang pada diri kita, apa yang kita kerjakan dan apa yang kita miliki merupakan rahasia kekuatan, kepuasan, dan kehidupan pribadi yang berenergi tinggi.

Kebahagiaan menghubungkan kita dengan keindahan dan kekuatan semesta alam, dengan kekuatan tertinggi kita, dengan Sang Illahi.

Kebahagiaan berarti merasakan dan mengungkapkan kebahagiaan hidup, bergembira karena keindahan dan kekayaan sebagai makhluk.

Kebahagiaan merupakan daya pembebas ampuh yang melepaskan kreativitas, bakat, kemampuan, dan kecakapan kita.

Kebahagiaan mengilhami harapan. Kebahagiaan memberi makan hati dan jiwa. Kebahagiaan membawa semangat ke dalam hidup kita.

Kebahagiaan menular dan merupakan pemberian teerbesar yang dapat kita berikan kepada diri sendiri dan orang lain.Jalan kebahagiaan telah ada. Jalur itu senantiasa sudah ada menantikan kita…..

Kebahagiaan membuat tekanan darah kita yang tinggi menjadi normal, pernafasan menjadi lebih dalam dan teratur sehingga membawa lebih banyak oksigen kesel-sel tubuh kita.

Kebahagiaan meningkatkan vitalitas dan semangat sehingga kita akan merasa sehat. Kebahagiaan selalu memancar membasahi jiwa-jiwa yang kering dan tandus.

Kebahagiaan merupakan peristiwa dari dalam keluar. Kebahagiaan berasal dari dalam bathin kita untuk memberkahi dunia kita dan sekitar kita. Riak-riak gelombang Kebahagiaan itu melebar sambil membuat dunia menjadi lebih baik bagi kita semua.

" HANYA ORANG YANG SABAR YANG MAMPU SENANTIASA BERBHAGIA "

Moga kita semua tergolong dalam golongan orang-orang yang sentiasa dan akan terus bersabar
Mari kita sama2 berusaha... Walau tidak pasti bila saatnya sabar itu akan menjadi raja dalam diri tapi selagi ada usaha, maka kita akan tetap menjadi orang yang sangat beruntung.... InsyaAllah..

Salam kesabaran.... :)

17 Ogos 2010

Berusaha menghindari stress....

Stress?????
Apa punca????
Mana datangnya???

Setelah hampir 10 bulan mengharungi sebuah kehidupan bergelar pendidik, ternyata, hari2 yang dilalui penuh dengan tekanan.... tekanan mendidik anak bangsa yang kian memaparkan pelbagai riak rupa dan peradabannya... tekanan bila berhadapan dengan tugasan yang bertimbun tak terkata... lepas satu, satu lagi beban dihadapkan... adakalanya yang satu itu belum sempat disudahkan, datang pula yang keduanya... juga tekanan bila mana berhadapan dengan pelbagai situasi sekeliling yang tidak menyeronokkan... 
Bikin jiwa makin tertekan...
Namun... 
mana mungkin dalam kehidupan yang sekarang ini, yang namanya manusia itu tidak punya walau sedikit kesusahan, tekanan mahupun kepayahan yang semestinya dan sememangnya perlu dihadap.... 
mustahil bukan???

Kalau diturutkan bisikan syaitan.... hancurlah semuanya... hidup penuh dengan kemarahan dan kegilaan...
tapinya... 
aku punya agama... 
agama yang mengkhendaki setiap umat menghadap setiap dugaan dengan tenang dan sabar...
makannya...
dalm pencarian ketenangan itu... teringat pada sebuah tulisan yang dahulunya pernah ku baca..
namu telah terlupakan tajuk buku dan penulisnya... 
subhanaAllah... mudah saja ingatan itu berlalu... 
betapa ketidaksempurnaan seorang manusia itu telah kelihatan....
dalam buku itu ada menyatakan... kalau mahu senang, berusahalah menghadap setiap yang susah itu dengan ketenangan.... kerana hanya dengan ketenangan sahaja... setiap kesusahan pasti akan jadi mudah insyaALLAH...
kita memang tidak akan dapat lari dari setiap kesusahan, namun andai dihadap dengan tenang dan sabar, maka kesenangan akan mula mengambil alih setiap kesusahan itu. 

kata-kata manusia yang tidak enak untuk didengar & boleh membunuh semangat perlu sama sekali dihindar.... biar dikata jadi org kuat, apa lagi jd orang suruhan.... yang namanya tanggungjawab itu bila diamanahkan, maka laksanakanlah dengan tenang dan kesungguhan.... insyaAllah... akan ada balasan yang baik di akhirnya andai Allah mengizinkan.... Yakinlah...

Suamiku juga menyatakan begitu... Kita dipilih memikul sesuatu tanggungjawab itu kerana kita dipercayai...
Bukan mudah untuk mendapat mandat kepercayaan dari orang lain...
Makanya, laksanakan setiap tanggungjawab itu dengan sebaiknya...
Terima kasih suami.... Nasihat yang sangat bermakna dan berguna...

Maka itu...
Tak perlu lagi merungut... buang jauh rasa itu...
Tak perlu lagi mengeluh... kuburkan saja sifat itu...
kerana...
keluhan dan rungutan itu hanya akan lebih menambahkan tekanan...
Teringat juga aku pada satu isi ceramah yang baru semalam ku dengar di corong radio..
Kalau kita marah & merungut itu maknanya kita juga marahkan Allah...
Allah yang menciptakan kita... kerana Allah mahu menguji, sebaliknya, kita pula marahkan ujian itu..
Bererti kita juga sedang marahkan Allah...
Maka itu juga,... bersabarlah.. bersabarlah.. bersabarlah..
Jika tidak mampu... maka diam itu lebih baik dari mengeluarkan kata-kata rungutan...
yang sememangnya hanya akan membuat kita lebih stress...
Kita pasti tidak mahu jadi begitu bukan???
Jadi hamba yang menyalahkan Tuhannya atas sesuatu yang ditakdirkan..
SubhanaAllah... Jauhan aku dari menjadi hamba yang begitu...

Makanya...
mualai saat ini... dalam bulan yang mulia ini...
Berusahalah diri..
Berusaha sebaiknya menghindari rasa amarah, rasa tertekan, rungutan dan keluhan..
Bukan boleh mengembalikan yang susah kepada senang pon jika terus-terusan merungut dan mengeluh...
Tak begitu kawan2....

Sekalung kasih dan penghargaan buat suami tercinta yang sentiasa ada memberikan nasihat, semangat & kekuatan untuk diri ini berusaha menjadi yang lebih baik...
InsyaAllah...


p/s: senyumlah walaupon berhadapan dengan yang pahit... (^_^)
Blog Widget by LinkWithin