Followers

Makluman...

Blog ini sedang dalam proses kemaskini. Terdapat sesetengah link yang belum dapat berfungsi. Harap maklum... =)

16 Oktober 2011

Mencari REDHAMU....

Agak lama tidak mencoretkan sesuatu dalam blog ini..... Kasihan juga bila tersadai begitu sahaja tanpa perhatian yang sewajarnya....

Alhamdulillah, Allah telah berikan kembali ketenangan untuk aku kembali ceria seperti dulu walaupun tanpa ayah di sisi... Moga Ayah baik2 saja di sana berbekalkan sedekah Al-Fatihah saban hari buatnya.... Moga doa dan Al-Fatihah dari seorang anak dapat menjadi bekalan buat ayahanda di sana....InsyaAllah...

Pengorbanan makin besar dan sarat...
Tapi, apakah cukup pengorbananku selama ini???
Adakah menyenangkan pengorbananku selama ini?
Apakah baik apa yang ku korbankan selama ini....

Aku ingin jadi insan yang mampu membahagiakan semua...
Aku ingin jadi insan yang dapat menyenangkan semua...
Aku ingin jadi insan yang sentiasa cukup memenuhi tanggungjawab sebaiknya...
Namun...
Mampukah aku...?
Cukupkah aku....?
Kuatkah aku...?
Juga Tabahkah aku...?
Kadangkala, aku rasa, aku belum cukup menyenangkan....
Kadangkala aku rasa aku belum cukup memudahkan....
Seakan masih banyak lagi tanggungjawab yang belum cukup baik aku berikan....
Tapi sedayanya aku akan tetap mencuba
Walau mungkin hingga ke saat nafas yang terakhirnya...

Aku memang belum cukup sempurna...
Namun saban hari tetap ku usaha...
Aku memang belum cukup sempurna...
Namun saban hari juga ku mencuba

Tapi, kudratku tidak seberapa....
Kadangkala aku tewas dalam keletihan..
Adakala aku gagal dalam kesakitan....

Baktiku walau tak seberapa tapi tetap ada....
Pada ibu yang kini keseorangan
Juga pada keluarga mertua tempat ku menumpang kasih dan sayang...
Apa yang ada hanya itu saja yang terbaik mampu ku berikan...
Mana yang kurang harapnya tidak menjadi persoalan....

Janjiku pada ayah untuk menjaga ibu sebaiknya...
Janjiku juga pada ibu mertua untuk menunaikan tanggungjawab sebaiknya...
Moga aku tak pernah tersasar dari janji yang telah aku sematkan walau tanpa lafaz....

"Ya Allah...
Letihku pohonkan kekuatan....
Sakitku pohonkan kesembuhan...
Sedihku pohonkan ketabahan....
Payahku pohonkan kemudahan....
Tangisku pohonkan ketenangan...
Lelahku pohonkan keampunan...
Marahku pohonkan kesabaran..."

" Ya Allah.... Selagi hayatku Kau izinkan, aku ingin berkorban untuk semua insan di sekelilingku... Selagi nafasku masih bersisa, aku ingin curahkan segenap kasih sayang pada semua insan di sekelilingku.... dan selagi jantungku masih bernyawa, aku ingin berikan yang terbaik untuk mereka.... Beri daku kekuatan, beri daku kesembuhan, beri daku ketabahan, beri daku kemudahan, beri daku ketenangan, beri daku keampunan juga beri daku kesabaran.... Agar dapat ku usaha semaksimanya demi matlamat yang satu... 
Mencari REDHAMU....

21 September 2011

Ini kisah aku dan dia (kenangan khas bersama ayahanda Abdul Hussain Hj. Mohd Said)

Assalamualaikum.... Salam kasih sayang buat semua yang masih setia membaca coretan dalam blog ini...

Lemah lelah tangan ini saat ingin ku coretkan tentang apa yang teralami dalam jangkamasa sebulan ini.... Kesedihan, kepedihan, kehilangan dan kehampaan.... Hanya mampu ku curah dalam puisi...

Ini kisah aku dan dia... 
kisah satu-satunya anak perempuan dalam sebuah keluarga
akulah insan itu...
akulah anak itu...
selama 26 tahun nafas dipinjam buatku
yang paling ku kenal hanya ayah & ibu...
selama 26 tahun dia bersamaku...
yang paling ku sayang hanya ayah dan ibu....
tapi kali ini...
angka itu akan terhenti mati.....
tiada lagi hitungan masa buatku bersamanya...
tiada lagi lingkungan waktu untukku dengannya...
tinggal sudah semuanya dalam kenangan
ayah tiada lagi bersamaku...
hanya 26 tahun ku diberi kesempatan hidup bersama ayah...

ini kisah aku dan dia....
anak kecil yang dididik penuh tegas...
anak kecil yang bisa dimarah bila bersalah
anak kecil yang sering dinasihat bila salahnya tidak ku sadar...

ini kisah aku dan dia...
tegasnya buat aku jadi wanita sebegini rupa...
tegurnya buat aku ingat setiap didikan yang telah disemat
ajarnya buat aku kenal mana betul mana salahnya...

ini kisah aku dan dia...
dalam tegas dia ada lembutnya
dalam marah dia ada sayangnya
dahulu mungkin setiap yang diajar sukar diterima
jiwa remajaku memang begitu hendaknya
tapi semuanya mengajar aku jadi wanita punya akal berguna
bisa membezakan mana baik buruknya
bisa memikirkan mana penting mana tidaknya

ini kisah aku dan dia...
26 tahun dia dipinjamkan untukku...
untuk mendidik aku jadi wanita solehah
dan kini bila tanggungjawabnya tertunai sudah
segala yang dipinjamkan diambil kembali
tiada lagi kisah aku dan dia...

Ayah....ayah tetap dalam ingatan...
anak perempuan ayah akan tetap mendoakan yang terbaik untuk ayah...
ayah pergi dalam kejutan...
ada sesuatu yang ingin ayah sampaikan di akhir hayat ayah...
tapi... anak perempuan ayah tiada di situ saat itu....
dan saat itu juga ayah tak mampu lagi nk ucapkan apa-apa...
hancur luluh hati ini saat melihat ayah terbaring tak mampu katakan apa yang ingin ayah sampaikan..
sedih pilu jiwa ini bila melihat ayah tak ingin lagi menelan apa-apa...
hampir setiap malam tangisan ini mengalir bila melihat wajah ayah dalam gambar terakhir kita syawal yang lalu....
rumah yang ayah tinggalkan punya 1001 bayangan dan kenangan...
masih terbayang-bayang duduk ayah didepan pintu saat menyambut kepulangan anak ayah...
masih terngiyang-ngiyang suara merdu ayah menyanyikan lagu melayu bersama iringan gambus buatan ayah
masih terdengar lagi alunan muzik di radio yang sering ayah pasang buat hiburan...
masih teringat lagi suara terakhir ayah di talian saat anak perempuan ayah menghubungi ayah di pagi syawal lalu...pinta ayah pakai baju  raya baru...
semuanya sunyi kini.... ayah dah pergi tinggalkan anak perempuan ayah.....
ayah dah pergi tinggalkan kami semua...

Anak perempuan ayah ni tak tahu macam mana nk hentikan tangisan setiap kali pandang gambar ayah....
Hanya doa jadi teman setiap kali air mata mengalir....

Anak perempuan ayah ni sangat rindukan ayah.....

'Ya Allah... ampunkan dosa ayah selama mana dia dipinjamkan hidup di dunia-Mu.... tempatkanlah ayahku Abdul Hussain Hj Mohd Said bersama golongan orang-orang beriman & di syurga firdausmu... Sesungguhnya dia ayah terbaik buatku... Dia telah mendidik aku dengan sebaik2 didikan.... Dia telah mengajar aku dengan sebaik2 ajaran.... Kerananya aku lahir ke dunia.... Kerananya aku kenal erti tanggungjawab... Dia telah ajarkan padaku ilmu Islam dengan sebaik2 ajaran buatku.... Mengajar aku untuk lebih mengenali-Mu.... Dia ayah terbaik buatku....'

Raya 2009 bersama ayah

Raya 2005

Satu-satunya gambar bersalaman dengan ayah (Raya 2009)


18 Julai 2011

Cahaya Mata Pertama: Aisyah Humaira Binti Zoolhilmi

Salam awal minggu di hari isnin yang damai... 
18 Julai 2011 bersamaan 16 Sya'ban 1432H...
Alhamdulillah, syukur tak terhingga ku panjatkan pada Tuhan penguasa sekalian alam atas limpahan Rahmat dan barakah dalam kehidupan... Menghadiahkan hari-hari yang indah untuk dilalui dengan aman damai & tenteram.... 
Alhamdulillah...

Hari ini genap sebulan sudah kelahiran cahaya mata terindah saya dan suami yang kami berikan nama
"Aisyah Humaira Binti Zoolhilmi" 
Nama untuk si kecil sudah selesai didaftarkan tanggal 24 Jun 2011, sehari sebelum ulangtahun kelahiran saya yang ke 26 tahun... 

Syukur pada Ilahi, diizinkan oleh-Nya punya cahaya mata pada usia ini... 
Nampaknya segala yang saya khuatirkan sebelum menghadapi saat-saat kelahiran telah selamat semuanya...
Walaupon terpaksa berjuang sehabis daya untuk melahirkan secara 'normal',
namun, bukan begitu kehendak-Nya...
Memang telah tertulis bahawa Aisyah Humaira terlahir ke dunia melalui pembedahan...
Saya Redha asalkan Cahaya Mata selamat & sihat... 
Alhamdulillah...

Jika diceritakan & diingat kembali saat-saat melalui kelahiran, memang detik itu sangat sukar...
Sehinggakan terasa 'serik' untuk melaluinya sekali lagi.... (untuk memberikan teman pada Aisyah)
Namun, kata orang, yang serik itulah yang menggembirakan...
Mana tidaknya, setelah melalui semuanya
Hari-hari seterusnya akan didampingi dengan gelak tawa & tangisan seorang yang bernama 'anak'
maka... setiap kesakitan itu terasa seakan hilang...
InsyaAllah, moga-moga akan ada anugerah terindah lagi selepas si comel Aisyah Humaira... 
Mudah-mudahan saja diizinkan Allah... Ameen.. (^_^)

Oleh kerana sudah 30 hari dilalui dalam pantang bersalin..
Maka, saya punya 10 hari lagi sebelum menerima kunjungan Ramadhan Al-Mubarak pula...
Wuah, tidak sabar rasanya ingin menghabiskan 'minggu pantang bersalin' ini... 
Ingin kembali menikmati makanan yang enak yang telah lama ku tinggalkan...hehe
Moga minggu terakhir berpantang ini berlalu dengan sebaiknya.. :)

Walau usianya baru sebulan (30 hari), namun...
Aisyah seakan sudah kuat... Lihat saja pada gaya tidurnya... 
Seakan anak kecil yang sudah beberapa bulan...
Alhamdulillah syukur pada Ilahi kerana diberikan keizinan pada saya untuk menyusukan si kecil ini dengan susu badan... 
InsyaAllah doa saya moga Allah terus berikan keizinan buat saya menyusukan anak saya dengan susu ibu sehingga 2 tahun usianya...
Mudah-mudahan diberi keizinan oleh Allah s.w.t.. InsyaAllah...

si comel Aisyah Humaira Binti zoolhilmi

Sangat nyenyak tidurnya si comel ini... :)






26 Jun 2011

maher zain for the rest of my life with lyric

Pertama kali dengar & tengok video ni beberapa bulan yang lalu
Encik Suami tujukan pada saya di laman facebook...
Saat itu saya sedang mengandung 7 bulan & diserang batuk yang sangat teruk....
Adakalanya hinggakan terasa sangat2 sakit hinggakan ke dalam kandungan...
Sangat sedih & risau pada kandungan...
Video ini membuatkan saya kembali bersemangat & sabar dengan ujian Allah...
Video ini juga membuatkan saya tenang...
& ingin berusaha untuk terus memberikan sepenuh kebahagiaan untuk insan yang paling saya sayang
... suami saya...

Saya kongsikan video ini bersama kalian....


p/s: andai ditakdir suatu hari nanti saya pergi dahulu... saya hanya ingin Encik Suami tahu hanya dia satu2nya lelaki yang telah membuat saya bahagia sampai hujung nyawa saya & saya akan terus mencintai & menyayangi dirinya sampai syurga...

21 Mei 2011

Ilmu Keutamaan Vs POSITIF...

Awal Bismillah pembuka bicara di pagi Sabtu yang tenang
Hujan dikala Subuh yang mengiringi seakan faham situasi hati saya yang juga tidak menentu dikala ini...
Kalut... Serabut... Risau.. Bimbang.... Semua ada...

Dari malam tadi, sepasang pancaindera mata saya ini memang amat sukar dilelapkan...
Setiap jam ia akan terjaga seakan tidak punya kecukupan waktu rehat
Walhal tidurnya tidaklah lewat seperti selalunya
Kenapa?
Saya tidak punya apa-apa jawapan..
Yang pastinya, hanya Dia yang Maha mengetahui segalanya....
dan hanya pada Dia tempat saya berserah & bergantung harap...

Dahulu saya sering diajar akan ilmu keutamaan...
Mana yang perlu diutamakan dalam satu-satu situasi
dan mana yang perlu dikemudiankan....
mana yang perlu diambil perhatian
dan mana pula yang boleh ditangguhnkan....
dan dari saat itu saya mula kenal
arti sebuah tanggungjawab yang maha besar
yang pastinya Allah titipkan & akan hadapkan pada kita semua
ya... kita semua makhluk ciptaannya....
belajar dan terus belajar untuk mengutamakan mana yang lebih utama
dalam kehidupan seharian

Tapi kenapa???
ilmu keutamaan yang diajar pada saya dahulunya
kini tak pula diamalkan oleh orang yang mengajar saya???
walhal saya dulu diajar begitu???
adakah tuntutan hidup seharian menyebabkan mereka lupa akan ilmu keutamaan itu
lalu bagaimana?
biarkan saja ia terus-terusan
atau luahkan mana yang perlu biar tiada yang tersisa jadi beku dalam hati?

Saya berikan sebuah contoh mudah....
jika kita punya kerja yang saya tafsirkan ia tidaklah begitu penting
malah boleh saja kita buat pilihan 
mahu dibuat ataupun tidak
dan jika tidak dibuat pun atau ia ditinggalkan maka tidak merugikan siapa-siapa
malah diri sendiri juga tidak....
lantas dihadap pula sebuah tanggungjawab yang lebih besar
sebagai contoh ibu @ ayah yang sedang sakit...
adakah perlu untuk kita utamakan hal-hal kerja yang saya tafsirkan sebagai tidak berapa penting
dari mengutamakan kedua orang tua yang sedang uzur?
ini hanyalah salah satu contoh mudah yang saya berikan..

kalian pasti punya jawapan masing-masing
yang pastinya hanya kalian yang faham situasinya
bilamana kalian berhadapan dengan situasi itu

tapi bagi saya....
ibu bapa yang sakit itu adalah lebih utama dari segalanya
kerana kerja yang ditinggalkan itu jika Allah beri keizinan akan datang lagi
dan mungkin saja boleh kita peroleh untuk kali keduanya
tapi...
ibu bapa yang dihadiahkan takkan datang untuk kali kedua
jika Allah takdirkan mereka pergi sampai bila-bila
begitu juga dengan anugerah-anugerah yang lainnya...
ahli keluarga, isteri, suami, anak-anak dan yang seumpamanya...
makanya bagi saya...
mereka ini lebih wajar saya utamakan
kerana...
tidak mahu sekali-kali wujud rasa penyesalan dalam diri
andai mereka dibawa pergi dar hidup saya

memanglah saya juga diajar untuk sentiasa berfikiran positif
ya.... sentiasa berfikiran positif...
jangan selalu memikirkan yang negatif
tapi bila mana situasi yang dihadap mengandaikan pelbagai kemungkinan
maka yang positif itu juga akhirnya akan luntur...
Saya lebih suka mengamalkan sikap berjaga-jaga & berwaspada
dari terus-terusan bersikap positif membuta tuli
Sebab saya sangat tidak suka dengan sebarang kemungkinan
yang akhirnya akan membuatkan saya menyesal
sampai akhir hayat saya....
juga sampai bila-bila

jadi...
nasihat saya pada semua termasuk diri saya sendiri
utamakanlah sesuatu yang lebih utama
jangan sampai kita termasuk dalam golongan orang yang menyesal dikemudian hari...
memegang pada sebuah mutiara kata

"hargailah setiap yang kita punya
& setiap yang kita rasakan bermakna buat kita
jika tidak...
jangan pernah menyesal jika Allah ambil semuanya
bilamana Dia merasakan anugerah yang diberi tidak pernah dihargai sebaiknya"

p/s: sekadar renungan buat kita semua yang selalu alpa....

jangan samapai kita menyesali suatu penyesalan yang kita sendiri ciptakan
Blog Widget by LinkWithin